Apa yang menyebabkan penyaluran kredit melambat?

IPOTPAY


Menurut Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Alexander Sugandi ada beberapa faktor yang membuat pertumbuhan kredit tahun ini sedikit melambat. Faktor yang pertama, pihak perbankan masih terlalu berhati-hati dan belum agresif memberikan pinjaman dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang masih sedikit tertekan sehingga bisa membuat resiko kredit bermasalah (NPL) menjadi naik.


Faktor yang kedua, dimana banyak perusahaan yang tidak meminjam kredit lantaran pertumbuhan bisnis dirasa masih belum kuat. Ia mengatakan “hal ini disebabkan melemahnya konsumsi rumah tangga akibat lemahnya daya beli”.


Eric juga memprediksi bahwa pertumbuhan kredit tahun 2018 bisa membaik jika dibandingkan dengan tahun 2017. Hai itu diyakini karena pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 diperkirakan bisa lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun ini.


Jika di pandang dari sisi supply kredit, kebijakan pelonggaran moneter oleh bank Indonesia telah menurunkan suku bunga kredit. Ia juga mengatakan pertumbuhan kredit pada tahun 2018 akan meningkat sekitar 10% - 12%.
BI pun mengakui bahwa penyaluran pertumbuhan kredit hingga akhir tahun 2017 dirasa lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya yaitu sekitar 8%.

BI juga menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) tidak berubah yaitu 0% mengingat masih rendahnya pertumbuhan kredit tersebut.